Kami meminta pembaca memilih momen favorit Piala Dunia 1986 dan mayoritas memilih gol Diego Maradona ke gawang Inggris!

OLEH
PAUL MACDONALD PENYUSUN
AGUNG HARSYA Pemain terhebat sepanjang masa mencetak gol terhebat sepanjang masa. Diego Maradona beraksi meliuk-liuk, merepotkan, memesona, dan berdansa di antara skuat Inggris di Piala Dunia Meksiko 1986 sekaligus membuktikan kejeniusannya.
Tensi pertandingan panas. Konflik Falklands antara Argentina dan Inggris masih tersisa di dalam ingatan dan wakil Amerika Selatan termotivasi merebut tempat di semi-final.
OPINI DARI ARGENTINA
Oleh Martin Seldes |
Goal Argentina "Sebuah impian. Gol impian saya," tulis Maradona tentang gol indahnya dalam buku "Yo soy el Diego de la gente".
"Di Florito [lingkungan kumuh tempat Maradona lahir dan dibesarkan] saya bermimpi bisa mencetak gol seperti itu suatu saat kelak dan saya mewujudkannya di Piala Dunia, bersama negara saya dan di perempat-final."
"Rasanya seperti mengalahkan seisi negara, tidak hanya tim sepakbola. Meski kami harus meyakinkan diri sebelum bertanding kalau sepakbola tidak ada kaitan dengan perang... tapi kami tampil membela bendera kami."
Sudah cukup dikatakan, gol itu sungguh luar biasa. Dengan gol keduanya dalam pertandingan Maradona menunjukkan kepada dunia seberapa bagus kemampuan dirinya dan negaranya.
Saksikan momen Maradona di One StadiumDalam kesendirian, giringan bola Maradona merupakan bentuk yang mendekati kesempurnaan dalam sepakbola. Hanya dengan presisi sepersekian detik dia berkelit dari hadangan Peter Beardsley di garis tengah, meluncur untuk melesakkan bola ke dalam gawang, dan merayakannya penuh kegembiraan di bendera tendangan pojok. Setiap gerakan dalam manuvernya begitu menyihir. Gol seperti ini hanya terjadi sekali seumur hidup.
Gerakan Maradona memutar badan memberikan akselarasi sehingga Peter Reid tak mampu mengejarnya. Tak ubahnya seperti seekor anjing yang mengejar kencangnya lagu pesawat Concorde. Maradona mungkin bermain dengan memikul beban, tapi Reid tak pernah mampu menghampirinya.
Bergerak cepat dengan kendali sempurna, Diego melangkah di udara di setiap langkahnya. Terry Butcher menghadang, tetapi dengan mudah Maradona menghindarinya. Berikutnya datang Terry Fenwick, yang sudah mengantungi kartu kuning. Sadar kalau sebuah pelanggaran bisa menyebabkannya diusir wasit, dia tak memberikan banyak masalah bagi Maradona.
Pemain bernomor punggung 10 itu terus melaju. Butcher, yang sudah kalah sekali, datang lagi untuk berupaya menjadi penjahat perusak keindahan. Dia meluncur memberikan tekel dari samping kanan, tapi terlambat. Bola sudah jauh dari jangkauannya, sedangkan kiper Peter Shilton sambil menjatuhkan diri di area sendiri mencoba menjangkau bola.
Diego menceploskan bola ke dalam gawang. Kalau saja tidak ada Butcher, mungkin saja dia berlari terus hingga melesakkan bola dari garis gawang. Gol luar biasa yang terus dikenang sepanjang masa. Tak ubahnya seperti uluran tangan Tuhan sehingga membuat momen dalam pertandingan itu begitu menakjubkan. Hingga hampir 30 tahun kemudian, momen itu sulit dipercaya bahkan bagi Maradona sendiri.
"Setiap kali menyaksikannya, saya tak percaya bisa melakukannya," ujarnya baru-baru ini. "Bukan karena saya mencetak gol, tapi karena kelihatannya gol itu mustahil, gol yang hanya bisa datang saat kita bermimpi tapi ternyata benar-benar bisa kita wujudkan."
Banyak pemain luar biasa lain, momen Piala Dunia lain yang menakjubkan, tapi tak pernah keduanya muncul bersamaan dengan selaras selama sepuluh detik pertandingan itu.
Kunjungi
One Stadium - tujuan sepakbola untuk partner resmi Piala Dunia FIFA, Sony - yang merangkum arsip cuplikan dari pertandingan final Piala Dunia era modern.
Simak cuplikan Piala Dunia 1986 di website One Stadium Sony.Original Post by: http://www.goal.com/id-ID/news/6008/piala-dunia-sony/2014/03/17/4683414/momen-favorit-piala-dunia-anda-gol-menawan-diego-maradona